Jangan Berhenti Dulu, Tenang, Masih Panjang

  • Whatsapp

Pernah enggak sih mengalami masa dimana kita melihat orang yang seusia kita sudah sukses dengan pekerjaan yang mapan, mobil mewah, hingga pakaian bermerk terkenal yang menjadi keinginan banyak orang?

Pernah enggak sih mengalami masa dimana kita melihat orang disekitar kita kok mudah sekali ya jalan hidupnya, lulus kuliah langsung dapat kerja,  enggak perlu susah payah melamar sana sini, pernahkan mengalami itu?

Pernah enggak sih mengalami masa dimana orang seusia kita memiliki keluarga kecil yang bahagia, dengan jalan yang kok sepertinya mulus-mulus aja ya? Sedang kita begitu banyaknya orang datang silih berganti kok belum tampak juga yang benar-benar tepat di hati.

Kadang pasti ada merasakan dunia kok sekeras ini sama diri sendiri, betul enggak? Padahal sudah berniat untuk berusaha dan sudah memulai berusaha juga, tapi kok tak kunjung membuahkan hasil.

Perasaan demi perasaan akan terus hadir silih berganti, apalagi di masa life quarter crisis ini yang mana akan memberikan dampak peperangan pikiran dan hati yang luar biasa. Wajar… Memang ini masanya.

Tenang dulu… semua akan tiba di fase yang sedang kita injak saat ini.

Perasaan sedih, marah, kecewa, bahkan bingung dan selalu bertanya-tanya kita ini salahnya dimana ya? Perasaan emosi negatif itu memang akan membuat diri sendiri menjadi menurun kesiapan untuk menghadapi segala aktivitas, nah ini yang tidak wajar karena memang pada dasarnya manusia harus memiliki sebuah daya pertahanan diri yang kuat.

Sedih secukupnya,

Marah secukupnya,

Bingung secukupnya,

Biarkan semua itu pada porsinya masing-masing yang tentu saja secukupnya. Semua dalam porsi yang cukup akan menghasilkan hati yang lebih tenang. Itukan yang diinginkan?

Hati yang tenang adalah wujud dari rasa bahagia yang benar-benar mendalam.

Lalu bagaimana untuk mendapatkan hati yang tenang?

Jangan berhenti! Jika ingin hati tenang, jangan pernah sesuatu yang ingin dilakukan hanya berhenti pada niat saja, namun juga harus memiliki sebuah eksekusi yang baik.

Pikirkan, Berusaha, dan Berdoa.

Tiga hal tersebut adalah sebuah rangkaian yang tak boleh absen dalam kehidupan manusia. Kosisten dalam berusaha adalah sebuah kunci berhasil dari seseorang.

Jika belum ada hasilnya sekarang, jangan pernah berhenti pada sebuah niat. Ibarat sebuah pohon yang berawal dari tunas yang mana harus tumbuh perlahan hingga berbentuk rindang yang memang benar-benar memiliki buah. Maka lakukanlah dengan konsisten apapun yang diinginkan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *