Haruskah Manusia Selalu Berbuat Baik Setiap Saat?

  • Whatsapp

Mendengar kata “Baik” terkadang kita akan menyebutnya. “Ah relatif itumah.” Ya, iyasih  baik itu memang relatif. Semua orang pada dasarnya memiliki rasa kemanusiaan yang memang membuatnya akan berbuat baik sesuai dengan versinya masing-masing.

            Berbuat baik pada sesama manusia memang sangatlah dianjurkan. Namun terkadang manusia kerap kesal jika perbuatan baiknya kok tak kunjung dibalas. Pernah merasa demikian?

            Jangan buru-buru ingin dibalas. Kebaikan itu layaknya menanam sebuah tanaman dari benih. Tak ada sejarahnya benih akan langsung menghasilkan buah. Bukan begitu?

            Sebagai manusia kita semua haruslah sadar bahwa berbuat baik adalah salah satu hal yang memang tulus dari dalam hati. Bukan karena ingin dibalas, atau ingin dilihat “baik” oleh orang disekiarnya.

            Berbuat baik tanpa jeda adalah salah satu kunci bahagia.

            Pernah enggaksih berpikiran bahwa berbuat baik ini terkadang menjadi sesuatu yang sulit. Kenapa ya?

            Pelan-pelan yuk…

            Berbuat baik kerap disebut sulit karena melakukannya harus dengan hati. Pernah enggak mendengar kalimat popular, “sesuatu yang dilakukan dengan hati, maka akan menghasilkan hati yang lain.” ?

            Kalimat tersebut merupakan kalimat yang memang benar-benar ada kekuatannya. Bahwa ketika kita melakukan kebaikan dengan hati maka akan dibalas juga dengan hati yang lain.

            Tenang…

            Ada Allah SWT yang menjamin setiap kebaikan yang diberikan pasti akan ada kebaikan yang diterima.

            Kebaikan itu maknanya luas, luas sekali. Bahkan tak cukup jika hanya dipeluk dengan kedua tangan manusia. Itulah mengapa sebagai manusia, semakin banyak  berbuat baik maka akan semakin banyak pula kebaikan yang diperoleh.

            Misal, kita punya satu koin, lalu kita gunakan koin tersebut untuk bersedekah, kemudian keesokan harinya ada rezeki datang yang lebih besar. Berupa makanan yang didapat dengan cara yang halal,  udara yang masih bisa  dihirup dengan bebas, dan uluran tangan para saudara seiman yang benar-benar dekat. Sadar enggaksih, kalau setiap hari Allah SWT kasih kita kebaikan yang tidak ada ujungnya?

            Lalu, apa ada  alasan untuk tidak berbuat baik?

            Mau alasan apalagi untuk denial?

            Padahal kebaikan yang  diperoleh tanpa syarat setiap harinya banyak sekali lho kalau dipikir-pikir.

            Berbuat baik tanpa syarat juga akan menghasilkan kebaikan tanpa syarat. Layaknya menanam  pohon mangga maka akan berbuah mangga, menanam pohon apel maka akan berbuah apel pula. Seperti itu analogi sederhanannya akan sebuah kebaikan manusia.

            Jadi, jangan pernah lelah untuk berbuat baik. Berbuat baiklah dari hati, mengingat hati adalah organ tubuh yang paling lembut dan perasa. Yakinlah bahwa kebaikan yang ada di dunia ini layaknya sebuah tanam tuai. Apa yang ditanam, ya itulah yang akan dituai. Semakin banyak yang dilakukan maka, akan semakin banyak  pula kebaikan yang akan datang mengunjungi diri ini.

            Maka, tak ada salahnya kok terus berbuat baik. Allah SWT menyukai manusia yang terus berbuat baik, apapun balasannya.

            “Berbuat baiklah bukan karena kamu ingin dibalas dengan kebaikan pula, tapi berbuat baiklah karena kamu yakin dengan berbuat baik maka sama dengan kamu sedang membuka pintu kebahagiaan yang tak akan terkira rasanya.”

Naisha Hijrah

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *